Ilustrasi gaun pengantin. Foto: https://unsplash.com/@nikkigibson102719

5 Busana Pengantin Tradisional dari Berbagai Daerah yang Gak Kalah Elegan

Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang melimpah, membuatnya memiliki berbagai suku, adat, hingga baju tradisional yang juga banyak. Baju adat biasanya dipakai saat melangsungkan pernikahan atau disebut juga dengan busana pengantin tradisional yang memiliki keunikan tersendiri.

Beragam budaya yang ada di berbagai daerah memiliki ciri khasnya tersendiri yang diwakilkan oleh busana adatnya. Berikut ini ada beberapa contoh busana pengantin dari berbagai daerah:

1. Busana pengantin adat Bugis

Suku Bugis Makassar memiliki baju tradisional yang sudah sangat terkenal. Baju khas Bugis ini dikenal dengan baju Bodo.

Ciri khas dari baju Bodo dari pernikahan Bugis ini adalah bajunya yang berbentuk segiempat berlengan pendek, dengan warna khasnya yakni hijau. Biasanya pengantin Bugis juga diberi aksesoris tambahan yang berkilauan serta riasan wajah yang tak kalah memesona dari riasan wajah di berbagai daerah lainnya.

2. Baju pengantin adat Batak Toba

Batak Toba merupakan salah satu suku yang berada di Sumatera Utara. Nama suku ini diambil dikarenakan suku tersebut berada di daerah Pulau Toba.

Suku adat Batak Toba juga memiliki baju pengantin yang khas dan berbeda dari suku-suku Batak lainnya. Ciri khasnya ada pada penggunaan warna merah pada gaun pengantin. Tak hanya itu, ada corak geometris yang membuat gaun ini lebih indah. Kemudian pengantin adat Batak juga menggunakan kain ulos, yang merupakan kain khas suku Batak.

Penggunaan kain ulos pada pengantin suku Batak memiliki makna tersendiri. Pada pengantin wanita, kain ulos biasanya diikatkan pada kepala. Sementara pada pengantin pria, kain ulos digunakan layaknya topi dengan bentuk runcing.

Kain ulos yang merupakan salah satu busana pengantin laki-laki ini bermakna bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi wanitanya atau istrinya.

3. Baju pengantin adat Aceh

Daerah yang dijuluki kota serambi Mekah ini memiliki busana pengantin tradisional yang khas. Jika dilihat lebih detail, busana pengantin tradisional Aceh lebih mirip seperti busana pengantin yang pernah digunakan pada masa kerajaan dulu. Ya, baju pengantin khas Aceh ini memang merupakan peninggalan dari Kerajaan Samudera Pasai.

Busana pengantin tradisional pada pengantin wanita adalah baju kurung yang terbuat dari kain songket dan dilengkapi celana panjang. Untuk menutupi bagian bokong pengantin wanita Aceh akan menggunakan kain sulam seperti songket yang menutupi sebagian dari celana dan juga sebagian dari baju kurung.

Pengantin pria menggunakan baju lengan panjang yang disebut dengan sileuweu. Baik celana atau baju tersebut biasanya berwarna hitam. Selain menggunakan celana dan baju, sama seperti pengantin wanitanya, pengantin pria juga mengenakan kain semacam songket yang dipakai di bagian pinggul. Selain itu, pengantin pria juga menggunakan kopiah yang khas dari Aceh.

4. Baju pengantin adat Betawi

Salah satu adat yang ada di ibu kota Jakarta adalah Betawi. Suku Betawi juga memiliki baju adat yang biasa digunakan pada hari pernikahan. Busana pengantin Betawi sangatlah unik, karena dipadukan dari berbagai etnik, seperti Arab, Tionghoa, bahkan India. Perpaduan inilah yang membuat baju pengantin khas Betawi terlihat menawan dan berbeda daripada baju pengantin adat lainnya.

Kamu bisa melihat unsur Tionghoa dari pakaian adat pengantin Betawi pada mahkota yang dipakai pengantin wanita yang disebut dengan nama Siangko. Mahkota ini biasanya dilengkapi dengan cadar dan juga burung Hong yang ada di bagian kanan dan kiri Siangko.

5. Baju pengantin adat Dayak

Adat Dayak adalah salah satu suku di Kalimantan yang terkenal suka mendiami hutan. Namun meski demikian, hal itu tak menjadikan adat Dayak kekurangan akan budaya.

Bicara soal baju adat, Suku Dayak memiliki gaun yang khas dan biasa digunakan oleh para pengantin saat hari pernikahannya. Baju pengantin khas Dayak ini terbilang simpel, sebab baik pengantin wanita maupun pengantin prianya hanya menggunakan sebuah rompi dan bawahan yang terbuat dari serat kulit kayu.

Salah satu ciri khas pada baju adat Dayak yaitu bagian bajunya memiliki motif yang khas dengan warna yang cerah.

Itulah beberapa contoh gaun pengantin yang biasa digunakan pada hari pernikahan. Setiap baju pengantin tradisional di atas tentunya memiliki keunikan tersendiri, namun tak mengurangi makna yang diwakilkan pada baju pengantin tradisional tersebut serta menjadikan pernikahan kamu sebagai prosesi yang sakral.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *