Calon Pengantin Wajib Baca, Ini Tren Pencahayaan dalam Dekorasi Pernikahan yang Perlu Diketahui

Pencahayaan dalam sebuah dekorasi acara pernikahan mungkin terdengar sangat teknis. Sehingga, calon pengantin memutuskan untuk mempercayakan semuanya pada ahlinya. Namun, apakah Anda tahu bahwa pencahayaan turut memegang peranan penting dalam pernikahan Anda?

Tak dipungkiri, pencahayaan akan memengaruhi suasana pernikahan Anda. Untuk itu, calon pengantin harus mengetahui dan mempelajari tentang tren pencahayaan yang tepat, untuk membantu desainer dan dekorator mewujudkan pernikahan impian Anda.

Ragam pencahayaan

Foto: https://unsplash.com/@sir_vp

Hal pertama yang mendasar, pelajari beberapa istilah tentang pencahayaan, sehingga Anda akan mudah berdiskusi dengan dekorator dan desainer pencahayaan Anda. Simak beberapa jenis pencahayaan yang paling umum digunakan untuk perayaan pernikahan.

1. Gobo

Ini adalah salah satu teknik pencahayaan yang paling populer digunakan dalam pernikahan ballroom. Gobo adalah jenis lampu stensil die-cut yang bisa diproyeksikan ke segala jenis permukaan. Biasanya, pasangan menggunakan jenis lampu ini untuk memproyeksikan monogram atau nama mereka ke lantai dansa. Gobo juga kerap digunakan untuk menciptakan variasi tekstur pencahayaan, yang memproyeksikan pola atau tekstur tertentu.

2. Color wash

Lampu berwarna biasanya menggunakan gel berlapis asetat, sehingga memungkinkan lampu dapat berubah warna. Cara ini sering digunakan untuk menambah kehangatan ruangan atau menciptakan efek khusus. Untuk pernikahan, biasanya digunakan di langit-langit atau lantai dansa.

Alih-alih tampak Indah, menggabungkan beberapa warna yang kontras malah bisa sangat mengganggu, jadi pastikan Anda konsultasi dan meminta bantuan profesional untuk memilih warna yang tepat.

3. Pin spotting

Pin spotting adalah bidang cahaya sempit yang digunakan untuk menyorot item tertentu. Dalam hal ini, pin-spotting dapat digunakan untuk menonjolkan bagian tengah dekoratif, kue pengantin, atau altar.

Foto: https://unsplash.com/@andyjh07

4. Pencahayaan lanskap

Lampu lanskap sering digunakan untuk pencahayaan outdoor dan merupakan pencahayaan eksterior yang digunakan untuk menyorot jalur, pohon, semak, taman, bahkan kolam renang. Meskipun sering digunakan untuk membantu para tamu menemukan jalan mereka di luar ruangan, pencahayaan lanskap juga bisa menjadi alternatif untuk menciptakan efek yang dramatis.

5. Lampu sorot

Momen-momen penting dalam pernikahan Anda harus menjadi pusat perhatian, untuk itu lampu sorot sangat cocok menciptakan suasana dramatis tersebut. Seperti, momen first dance, couple entrance, serta wedding kiss.

6. Twinkle lights

Twinkle Lights, juga dikenal sebagai fairy lights yang merupakan rangkaian lampu hias yang biasanya dipasang melintang. Banyak pengantin yang memilih jenis lampu dekoratif ini karena mudah ditemukan dan juga menciptakan suasana yang cantik.

Kelap-kelip yang indah dapat dengan mudah menambahkan nuansa magis ke pernikahan Anda. Namun harus tetap memperhatikan komposisi dalam menggunakan lampu jenis ini, karena penggunaan yang berlebihan hanya akan membuat pernikahan Anda terlihat norak.

Foto: https://unsplash.com/@jonathanborba

7. Underlighting

Jenis lampu ini biasanya digunakan sesuai kebutuhan yang diinginkan. Seperti memberi cahaya pada meja kaca dari bawah atau untuk menambah keindahan pada sebuah rangkaian bunga.

8. Up-lighting

Pencahayaan dari bawah ke atas ini biasanya digunakan pada dinding atau properti lainnya. Sangat cocok untuk membuat aksen pada dinding polos dan untuk menambahkan warna pada kain draping.

Itu dia sederet tren lighting alias pencahayaan yang biasa digunakan dalam dekorasi pesta pernikahan. Mau pakai jenis lighting yang mana, nih?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *