Aksesoris Pengantin ala Nikahan Tradisional, Apa Saja?

Pernikahan dengan mengusung tema tradisional tentu menggunakan beragam aksesoris yang berkaitan dengan budaya di daerah itu sendiri. Biasanya, aksesoris ala pernikahan tradisional terkadang terlalu banyak, namun tetap membuat penampilan mempelai tampak menawan.

Selain itu, aksesoris pengantin tradisional juga memiliki makna tertentu. Namun, jangan bingung untuk memilih aksesoris untuk nikahan tradisional, ya!

Berikut ini ada rekomendasi aksesoris yang bisa kamu gunakan untuk pernikahan tradisional.

1. Sanggul

Kalau kamu lahir dari keluarga Jawa, tentu sudah tak asing lagi dengan sanggul. Aksesoris kepala ini sudah digunakan sejak lama untuk prosesi pernikahan adat Jawa. Sanggul bisa dibuat dari rambut asli jika mempelai wanita memiliki rambut panjang. Namun ada pula sanggul dari rambut palsu.

Tak hanya untuk pernikahan, sanggul juga menjadi lambang status sosial, penunjang penampilan, hingga aksesoris seremonial. Untuk pernikahan, umumnya sanggul akan dihiasi dengan berbagai hiasan, khususnya yang memiliki nuansa emas dan perak.

2. Hiasan kepala

Berbagai suku di Indonesia banyak menggunakan aksesoris nikahan berupa hiasan kepala. Setiap daerah memiliki bentuk hiasan yang berbeda. Seperti di Sumatera misalnya, hiasan kepala disebut sebagai sunting, sementara di Bali menyebutnya sebagai paes agung.

Hiasan kepala yang digunakan untuk pernikahan biasanya dibuat menggunakan perak, emas, maupun aluminium. Banyak pula yang menggunakan kuningan atau material campuran lain, sesuai dengan adat yang berlaku. Penggunaan hiasan kepala ini dimaksudkan agar membuat mempelai perempuan tampak lebih cantik.

3. Kain

Penggunaan kain dinilai penting sebagai aksesoris pernikahan untuk adat tradisional. Kain yang biasanya digunakan untuk pernikahan adalah kebaya dan batik.

Aksesoris nikahan satu ini memiliki makna yang berbeda, untuk batik misalnya, batik yang dikenakan oleh kalangan keraton dan rakyat biasa juga berbeda. Batik menjadi lambang status yang memiliki makna mendalam, sebab ia bisa menjadi simbol keluhuran budi dan tindakan yang dilakukan oleh manusia.

4. Perhiasan

Banyak pasangan pengantin di Indonesia yang mengenakan perhiasan saat menggelar pernikahan. Perhiasan tersebut memiliki makna, terutama aksesoris tradisional. Misalnya gelang burung ang disematkan untuk pengantin yang berasal dari Lampung.

Gelang burung ang memiliki makna sebagai beban yang dipikul bersama oleh pasangan mempelai. Sehingga ketika pernikahan sudah selesai dan menjalankan kehidupan rumah tangga, mereka bisa saling hidup rukun dan saling membantu. Banyak daerah lain yang menggunakan aksesoris dengan makna yang berbeda namun memiliki tujuan dan maksud yang baik.

Itu dia rekomendasi aksesoris pernikahan ala pengantin tradisional. Kamu ingin menikah dengan adat apa, nih?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *