5 Tradisi Jawa yang Masih Dilestarikan

Masyarakat dari Suku Jawa terkenal akan keramah-tamahannya dan penuh dengan tradisi. Selain tradisi, adat budayanya cukup kental dan masih dilestarikan hingga kini. Adat, tradisi dan budaya di Jawa memang banyak jenisnya. Masyarakat Jawa dikenal masih terus melestarikan ritual-ritual yang telah diturunkan oleh leluhurnya.

Di adat Jawa, ritual yang berlangsung dinamakan upacara adat, yang kelestariannya masih terjaga sampai saat ini. Berikut ini adalah upacara adat atau tradisi di Jawa yang masih kental.

1. Tingkeban

Upacara adat tingkeban merupakan kan ritual yang dilakukan oleh seorang perempuan yang hamil dengan kandungan usia 7 bulan. Dalam upacara mitoni acara ini meliputi siraman air bunga serta doa agar kandungan selamat sampai Hari-H persalinan.

2. Tedak Siten

Merupakan upacara adat di mana bayi yang mulai belajar jalan dimasukkan ke dalam sangkar ayam. Upacara turun-temurun ini dilakukan dengan tujuan sebagai rasa syukur orang tua atas kesehatan anaknya yang sudah bisa menapaki alam sekitar.

3. Pernikahan adat Jawa

Pernikahan adat Jawa terkenal dengan tradisi dan budayanya yang unik. Hal ini karena banyak tahapan dan proses yang harus dilalui seperti siraman, Midodareni, serah-serahan, upacara ngetik, Balangan suruh, nyantri, ritual kacar-kucur, temu penganten, ritual dhahar klimah, upacara sungkeman, dan lain-lain.

4. Slametan

Slametan biasanya dilakukan oleh masyarakat Jawa untuk mendoakan para leluhur agar diberikan ketentraman. Upacara ini merupakan hasil akulturasi dari Jawa dan Islam.

5. Larung Sesaji

Tradisi Larung sesaji biasanya dilakukan oleh masyarakat yang hidup di pesisir pantai. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil tangkapan ikan serta keselamatan dalam berusaha.

Biasanya dalam tradisi ini masyarakat menyembelih hewan yang dilarungkan setiap tanggal 1 Muharam.

Tradisi Jawa apa lagi yang kamu ketahui?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *