5 Cara Menghadapi Pasangan yang Egois

Tak ada hubungan yang sempurna. Setiap hubungan pasti punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kedua belah pihak harus saling berbenah diri, bila ingin mencapai hubungan yang sempurna tanpa cela.

Sepasang kekasih maupun suami-istri, pasti punya perbedaan sifat dan sikap. Nah, untuk itu, berikut ini cara menghadapi pasangan yang memiliki sifat egois. Yuk, praktikkan mulai dari diri sendiri biar pasangan pelan-pelan ikut mengerti!

1. Menawarkan inisiatif atau pilihan sebelum bertindak

Dikutip dari Psychology Today, Bence Bago dan rekannya dari University of Toulouse Capitole mengadakan penelitian mengenai mekanisme koreksi deliberatif. Dalam penelitiannya, responden diberi perlakuan dengan pilihan yang membuat mereka harus berpikir sebelum bertindak.

Dari hasil jurnal yang berjudul Intuition rather than Deliberation Determines Selfish and Prosocial Choices itu, kamu bisa memperlakukan hal yang sama pada pasangan. Misalnya, tanyakan padanya perihal ketersediaan berbagi hadiah saat acara liburan atau memberi pilihan ‘cuci’ dan ‘kering’ ketika tiba waktu mencuci piring.

2. Beri kesempatan pada pasangan untuk tak mementingkan diri sendiri

Dari data penelitian tahun 2020 di Prancis-Hungaria itu, ada sebanyak 46 persen orang yang membuat pilihan egois dan 38 persen orang dengan pilihan prososial. Namun, ketika mereka menerima ‘penghargaan’ (dari pilihan yang diberikan) daripada memberi, kemungkinan memilih prososial menunjukkan angka 54 persen.

Jadi ketika seseorang diberi pilihan terlebih dahulu, mereka lebih mungkin berperilaku prososial ketimbang egois. Dalam hubungan bersama pasangan, kamu juga bisa mengadaptasi cara ini, lho.

Susan Krauss Whitbourne Ph.D. menyimpulkan lebih lanjut cara terbaik buat menangani orang egois bukan dengan mengharapkan mereka berubah sendiri, melainkan dengan memberi kesempatan buat gak terlalu mementingkan diri sendiri. Menurutnya, kamu mungkin bisa menjadi ambisius buat mengubah orang lain, tetapi dalam situasi yang tepat akan membantu mengarahkan untuk membuat pilihan yang lebih prososial.

3. Tetap tenang dan tahu siapa yang sedang kamu hadapi

Sementara itu, Psikolog klinis Lori S.Katz, Ph.D., menyarankan beberapa hal ketika kamu harus menghadapi perilaku seseorang yang egois. Menurut Katz, bila kamu terlalu kesal bahkan heran dengan sikap si egois, kamu bisa menenangkan diri terlebih dahulu. Beri dirimu waktu buat mencerna yang terjadi.

Ia mengatakan untuk mengetahui betul siapa yang kamu hadapi. Menurutnya, memiliki harapan realistis akan melindungimu dari kekecewaan dari sifat asli yang sudah orang miliki. Bila dalam hal ini adalah pasangan, maka wajar apabila dirinya mengatur jadwal ulang sesuai rencananya atau berperilaku yang menunjukkan narsistik.

4. Beri batasan pada dirimu dengan berkata jujur

Dalam waktumu merenungkan hubungan, cari tahu apa yang sebenarnya kamu butuhkan? Apa yang membuatmu nyaman dan apa yang tidak? Negosiasi kebutuhan dengan dirimu adalah langkah awal untuk negosiasi kebutuhan bersama pasangan.

Katz menekankan buat berbicara secara jujur. Kamu bukan meminta izin buat bersikap kasar, melainkan dengan tenang menyatakan apa yang kamu pikirkan. Menurutnya, berbicara secara sehat dan produktif akan mengajarkan orang lain tahu bahwa kamu tengah membela diri.

5. Melatih berdiskusi, bukan berdebat

Dilansir Mom Junction, salah satu cara untuk menghadapi pasangan egois adalah dengan berdiskusi. Selain itu, seberapa kecewanya kamu sama pasangan, jangan pernah menyebutnya egois karena itu hanya akan membuatnya bersikap defensif. Sebaliknya, sampaikan pendapat atau kondisi yang sedang kamu hadapi.

Misalnya, ketika sekarang adalah giliran pasangan mengantar anak ke kelas renang tapi dirinya menolak, maka jelaskan bahwa kamu tidak bisa karena masih harus bekerja. Bila kali ini adalah giliran pasangan untuk membuang sampah tapi dirinya abai, bicarakan baik-baik alih-alih langsung menyudutkan. Komunikasi yang benar sangat penting agar pasangan tahu kondisi yang terjadi dan supaya dirinya lebih peka.

Namun yang terpenting dari semua itu, sebelum menghakimi pasangan merupakan orang egois, pikirkan kembali perlakuanmu padanya selama ini. Sebab kerapkali, kita terlalu jeli melihat kesalahan pasangan hingga lupa dengan sikap kita sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *